Tentang Saya

Biodata

  • Nama Lengkap : Muhammad Zaki Adytia
  • Tempat Lahir : Bukittinggi
  • Tanggal Lahir :27 Desember 2006
  • Jenis Kelamin : Laki-laki
  • Motto Hidup : Bwabwabwaa Bwabwaaaa!!

Riwayat Hidup

  • TK : TK Al-Azhar
  • SD : Jamiyyatul Hujjaj
  • SMP :MTsS Diniyah Limo Jurai
  • SMA : MAS Diniyah Limo Jurai

Abstrak

Muhammad Zaki Adytia, NID/NISN 131213060017230537/0069225229, Judul: PENAFSIRAN SURAH ALI ‘IMRAN AYAT 127—129, MAS Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai Sungaipua, 2024, 56 Halaman.

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah, dan Fawa’id ayat surah Ali ‘Imran ayat 127—129. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah, dan Fawa’id ayat surah Ali ‘Imran ayat 127—129.

Proses penelitian menggunakan jenis penelitian kepustakaan(library research), yaitu dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode Tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu,dengan mengumpulkan penafsiran yang menguraikan atau membuka simpul-simpul ayat dalam Al-Quran dan menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh Al-Qur‟an sesuai dengan judul yang telah ditetapkan, diantara kitab tafsir yang digunakan adalah: Tafsir At-Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Maraghi, Tafsir Mukhtasyar, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir An-Nur, Tafsir Jalalain.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam ayat ini yaitu, Qawa’id Tafsir, terdapat di dalamnya Qawa’id Tafsir, terdapat di dalamnya sebab penamaan surah, keutamaan surah Ali ‘Imran, Makiyyah Madaniyyah, AsbabunNuzul, Qira’at Ayat, dan Munasabah Ayat. Qawa’id Lughawiyah, terdapat di dalamnya Mufradat Ammah, I’rab dan Balagah. Pada Fawa’id ayat, terdapat di dalamnya makna ijmali, dan penafsiran surah Ali ‘Imran ayat 127—129. Pada penafsiran surah tersebut dibahas tentang kekuasaan Allah. Diceritakan bahwa pada Perang Badar, Allah memberikan pertolongan terhadap kaum Muslimin untuk membantu kaum muslimin dalam mengalahkan musuh Allah. Begitulah cara Allah membinasakan musuh Islam sehingga membuat mereka pulang dengan kehinaan, kekalahan, dan kekecewaan didalam diri mereka. Allah juga menegaskan bahwa hanya Dia yang berhak atas semua makhlukNya yang ada di langit maupun di bumi, tidak ada yang boleh memutuskan atas pengampunan atau azab kecuali Allah semata.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Mengkaji Islam dengan mengabaikan Al-Qur’an merupakan suatu langkah yang tidak akan menemukan kebenaran yang tepat. Karena, meyakini Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia yang nyata dan menempati posisi penting dalam pemikiran dan peradaban. Islam merupakan bagian penting dalam keimanan seseorang.Al-Qur’an menjadi sumber ajaran Islam yang paling utama.Sebagai kitab samawi yang terakhir diturunkan oleh Allah SWT, sudah sepantasnya Al-Qur’an menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya yang mampu menjawab segala persoalan akhir zaman.

Al-Qur’an sebagai petunjuk yang diturunkan bagi manusia dalam segala aspek kehidupan.Al-Qur’an berisi segala aspek kehidupan, seperti tauhid, akidah, ibadah, akhlak, hukum, dasar-dasar ilmu pengetahuan, dan sejarah atau kisah umat pada masa lalu.Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS.al-A’raf ayat 52, yang berbunyi: وَلَقَدْ جِئنَاهُم بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يؤْمِنُونَ

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia yang mana di dalamnya terdapat ajaran yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat akidah, ibadah, akhlak maupun hukum dalam kehidupan sehari-hari. Setiap ayat di dalam Al-Quran memiliki pesan yang terkandung di dalamnya yang tidak hanya berlaku bagi umat Islam saja tetapi tetap revelan hingga saat ini. Allah berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 52.

Al-Quran juga memuat berbagai macam kisah tentang para nabi dan rasul, kisah-kisah tentang kaum terdahulu dan kisah tentang perjuangan kaum muslimin dalam menegakan agama Allah SWT. Salah satu bentuk dari perjuangan kaum muslimin, yaitu berjihad di jalan Allah SWT.

Sesungguhnya Allah SWT akan menolong hamba-Nya yang ingin berjihad dalam membela agama-Nya, dikisahkan dalam Perang Badar, pada saat itu Allah SWT mengirimkan 3.000 malaikat sebagai bala bantuan untuk menbantu umat muslim mengalahkan musuh-musuhnya.

Allah SWT memiliki keperkasaan yang tidak terbatas dan memiliki hikmah dalam takdir dan hukum-hukumnya. Allah SWT telah memerintahkan umat muslim untuk berjihad dan menyebutkan bagian yang akan dialami oleh orangorang kafir yang berperang melawan kaum muslim.

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk mengetahui makna, rahasia, dan maksud yang terkandung dalam QS. Ali ‘Imran ayat 127—129 ini dalam sebuah karya ilmiah berjudul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 127— 129”.

Rumusan Masalah

Redug Lagre dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Itaque quas officiis iure aspernatur sit adipisci quaerat unde at nequeRedug Lagre dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Itaque quas officiis iure

  • Interior design Package
  • Building House
  • Reparing of Residentail Roof
  • Renovaion of Commercial Office
  • Make Quality Products

Tujuan Penelitian

1

Mengetahui kaidah tafsir surah Ali'Imran ayat 127-129

2

Mengetahui kaidah kebahasaan surah Ali'Imran ayat 127-129

3

Mengetahui faedah tafsir surah Ali'Imran ayat 127-129