Tentang Saya

BIODATA

  • NAMA LENGKAP: M.Aldi Khairullah
  • TEMPAT LAHIR: Pariaman
  • TANGGAL LAHIR: 22,April 2007
  • JENIS KELAMIN: Laki-Laki
  • MOTO HIDUP: Hidup sehat

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • TK : RAUDHOTUL JANNAH
  • SDN: SDN 06 CIMPARUH
  • MTS: MTSs DINIYAH LIMO JURAI
  • MAS: MAS DINIYAH LIMO JURAI

Abstrak

Karya Ilmiah ini disusun oleh M. Aldi Khairullah, NIDN/NISN131213060017230530/0076497200, karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 113—115, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, berisi 47 hal.

Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah bagaimana qawa'id tafsir, qawa'id lughawiyah, dan fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 113—115? Batasan masalah karya ilmiah ini adalah surah Ali ‘Imran ayat 113—115 berdasarkan pandangan ahli tafsir. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa'id tafsir, qawa'id lughawiyah, dan fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 113—115.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori.

Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini yaitu, dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya: Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Munir,Tafsir Jalalain,Tafsir Ibnu kasir,Tafsir jami’ Bayan, Tafsir Al-Maraghi, Shafwah At-Tafasir, Tafsir An-Nuur, Aysar At-Tafasir, Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an (Tafsir Al-Qurthubi), Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Hada’iq Ar-Ruh Wa Ar-Raihan. Selain kitab-kitab tafsir, penulis juga mengambil referensi dari jurnal dan buku yang berkaitan dengan masalah yang terdapat dalam ayat tersebut.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu: Surah Ali ‘Imran ayat 113—115 memiliki qawa'id tafsir yang menonjol yaitu qasas Al-Quran. Surah ini juga memiliki qawa'id lughawiyah menonjol. Penafsiran para mufasir pada surah Ali ‘Imran ayat 113—115 menceritakan tentang perilaku baik dari ahli kitab. Diantaranya adalah mereka beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, teguh di atas kebenaran, serta konsisten dalam ketaatan kepada Allah SWT. Mereka melakukan salat malam dan membaca ayat-ayat Allah SWT (Al-Qur’an) di waktu malam, mereka dikenal sebagai orang-orang yang mengajak kepada kebaikan (ma’ruf), melarang kemungkaran, dan mengajak kepada Islam dengan keimanan yang benar, mereka juga bersegera dalam melakukan kebaikan, tidak menunda amal saleh.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Di antara banyak perbedaan itu terdapat perbedaan dalam agama dan kepercayaan, yang mana setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing. Seperti agama Islam dengan kitab sucinya Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah mukjizat teragung yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Serta kitab suci yang memiliki banyak keistimewaan yang salah satunya terletak pada ketelitian redaksi. Keistimewaan tersebut muncul dikarenakan banyaknya ulama yang berupaya mengadakan analisis kebahasaannya, melainkan sebab Al-Qur’an memakai redaksi yang berbeda semacam pada saat menyebut Yahudi serta Nasrani selaku Ahli kitab.

Yahudi adalah agama Bani Israil. Bani Israil merupakan kaum yang diutus kepada mereka Musa AS. Dia diutus kepada mereka sebagai Nabi Allah SWT serta diberi Kitab Taurat untuk mengokohkan risalahnya. Yahudi merupakan agama yang dinisbahkan kepada Bangsa Yahud. Yahudi dinamai berdasarkan ketersambungan silsilah mereka kepada salah seorang anak Nabi Ya’qub AS, yaitu Yahudza. Oleh sebab itu, para pengikut ajaran Taurat, dikenal sebagai Bangsa Yahudi.

Nasrani adalah sebutan bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Injil yang dibawa oleh Nabi Isa AS. Ajaran nasrani merupakan risalah yang dibawa oleh Nabi Isa AS kepada Bani Israil setelah terjadi penyimpangan terhadap ajaran Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa AS. Penyimpangan ini menyebabkan Bani Israil terpecah kepada kelompok yang bermacam-macam. Maka Nabi Isa AS diberikan Injil oleh Allah SWT agar bisa tampil sebagai Hamba Allah yang mengajak mereka kepada tauhid serta sebagai pemersatu agama Islam (millah Ibrahim). Millah Ibrahim merupakan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS berupa seruan untuk mengesakan Allah SWT. Seruan ini kemudian dilanjutkan oleh para nabi setelahnya, seperti Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS.

Imam al-Syafi’i (w. 820 M)dalam kitab al-Umm mempersempit makna dengan mengatakan bahwa yang disebut Ahli kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani keturunan dari orang Israil. Tidak termasuk orang yang menganut agama Yahudi dan Nasrani, karena Nabi Musa AS. dan NabiIsa AS. hanya diutus kepada mereka bukan bangsa lain. Jadi menurut Imam al-Syafi’i, jika bukan orang Yahudi dan Nasrani keturunan Israil maka tidak disebutsebagai Yahudi dan Nasrani yang diperbolehkan dinikahi pria muslim.

Pada era sekarang ini, pada saat umat beragama dihadapi kepada persoalan pluraritas yang semakin kompleks, wacana Ahli kitab menjadi sebuah topik pembicaraan di kalangan umat Islam. Persoalan tersebut tetap penting bagi mereka karena dalam ajaran Islam sebagaimana diisyaratkan Al-Qur’an dan sunnah telah menimbulkan masalah yang beragam di kalangan umat Islam dalam merespon masalah tersebut. Sehingga dibutuhkan kajian mendalam terhadap pembahasan Ahli kitab saat ini.

Berdasarkan beberapa permasalahan di atas mengenai Ahli kitab, penulis termotivasi untuk mengurai serta mengupas permasalahan tersebut lebih mendalam lagi tentang perilaku baik dari Ahli kitab. Untuk mengetahui penafsiran dari ayat tersebut, maka penulis mengangkat permasalahan ini dalam bentuk karya tulis dengan judul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran ayat 113—115”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan ini, yaitu:

  • Bagaimana qawa’id tafsir surat Ali ‘Imran ayat 113—115?
  • Bagaimana qawa’id lughawiyah surah Ali ‘Imran ayat 113—115?
  • Bagaimana fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 113—115?

Tujuan Penelitian

1

Mengetahui qawa’id tafsirsurah Ali ‘Imran ayat 113—115.

2

Mengetahui qawa’id lughawiyah surah Ali ‘Imran ayat 113—115.

3

Mengetahui fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 113—115.