Tentang Saya

BIODATA
-
Nama Lengkap : Anisa Hummayra
-
Tempat Lahir : Bukittinggi
-
Tanggal Lahir : 22 Mei 2006
-
Jenis Kelamin : Perempuan
-
Motto Hidup : Orang Sukses
RIWAYAT PENDIDIKAN
-
TK: TK Diniyah Limo Jurai
-
SDN: SDN 18 Tangah Kpto
-
MTsS: Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai
-
MAS: Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai
-
Abstrak
Karya Ilmiah ini disusun oleh Anisa Hummayra, NID/NISN 131213060017230513/0062309921, Judul: Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 146—148, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungaipua, 2025, 46 halaman.
Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah bagaimana Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah, dan Faedah-Faedah ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 146— 148. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah penafsiran para mufassirin tentang surah Ali ‘Imran ayat 146—148. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang surah Ali ‘Imran ayat 146—148.
Proses penelitian menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah- langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir secara maudhu’i yang berhubungan dengan pembahasan di antaranya: Tafsir Al-Munir, Shafwah At-Tafasir, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Maraghi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fathul Qadhir, Tafsir Zadul Masir Fii ‘Ilmi At-Tafsir, Tafsir Fii Zilalil Quran, Tafsir Al-Qurtubi, dan Tafsir Jami’ Al-Bayan, Tafsir Zaadul Musayyar, Tafsir Al- Jalalain, Tasir Hadaiq arruh Warraihan, Tafsir Al-Muyassar, Tafsir al-Azhar.
Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, adalah Penafsiran surah Al- imran ayat 146—148. Surah Ali Imran ayat 146—148 membahas tentang keteguhan dan kesabaran para nabi serta pengikut mereka dalam menghadapi ujian di jalan Allah. Ayat 146 menyebutkan bahwa banyak nabi yang berperang bersama pengikutnya yang bertakwa, dan mereka tidak menjadi lemah atau menyerah meskipun menghadapi kesulitan. Allah mencintai orang-orang yang sabar. Ayat 147 menggambarkan doa mereka yang memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, keteguhan dalam menghadapi ujian, serta pertolongan Allah terhadap kaum kafir. Ayat 148 menjelaskan bahwa Allah memberikan pahala kepada mereka di dunia berupa kemenangan dan kejayaan, serta pahala yang lebih baik di akhirat, yaitu surga. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang sangat berperan penting dalam kehidupan di bumi ini. Manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya dengan sebutan Al Hayawan an-Natiq yaitu hewan yang berakal. Sebagai makhluk yang berakal, manusia juga diberi sebutan yang bergengsi yaitu ulu al-albab (orang-orang yang memiliki daya pikir sangat tajam)1 . Manusia memiliki sifat baik dan buruk. Di antara sifat- sifat baik adalah tawaduk, sabar, dermawan, penyantun, jujur, pemaaf, optimis, adil, disiplin, hormat, bijaksana, dll. Di antara sifat-sifat buruk adalah sombong, pendendam, kikir, ambisius, egois, boros, dll.
Sifat-sifat baik perlu dipupuk, sebab sifat-sifat baik akan menghasilkan hal- hal yang positif; sedangkan sifat-sifat buruk harus dihilangkan dari dalam diri, sebab sifat-sifat buruk akan menghasilkan hal-hal yang buruk pula. Salah satu sifat baik yang perlu dipupuk adalah sifat sabar.
Sabar menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yaitu menahan jiwa dari segala kecemasan, kegelisahan serta amarah, mampu menahan lisan dari segala keluh kesah, dan mampu menahan diri dari segala kekacauan. . Firman Allah SWT dalam Sura Ali ‘Imran Ayat 200:
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap kesulitan diiringi dengan kemudahan. Seorang muslim harus memiliki iman dan kepercayaan bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepadanya. Oleh karena itu, orang yang bersabar akan dimuliakan di sisi Allah.
Sifat sabar juga banyak dimiliki oleh sahabat nabi terdahulu pada saat mereka melakukan perperangan menghadapi musuh. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah Ayat 177: Artinya: Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang takwa.
Sifat sabar inilah yang menghiasi catatan gemilang sejarah peradaban Islam. Hal ini terlukis dalam lembaran kisah para nabi menghadapi kaum tirani dalam surah Ali ‘Imran Ayat 146 Allah SWT berfirman: Artinya: Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar3 .
Hal ini menunjukkan bahwa walau ujian sedemikian berat, tetapi mereka tetap tabah, sehingga mereka tidak goyah pendirian, tidak pula mengucapkan kecuali kalimat-kalimat yang wajar dan permohonan yang sesuai4 . Orangorang yang bersabar itu senantiasa berdoa mengharap ampunan dari Allah atas dosa-dosa dan kesalahan mereka, dan meminta agar diteguhkan kaki mereka ketika dalam peperangan dan agar dimenangkan saat melawan orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-Nya5 .
Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis tertarik untuk menguraikan lebih rinci serta menjelaskan tentang “Apa rahasia di balik kesabaran para pengikut para nabi? dan Apa yang mendorong mereka untuk sabar dalam menghadapi ujian yang sangat berat? ”dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 146—148”
Rumusan Masalah