Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Muhammad Fadil
  • Tempat Lahir: Padang
  • Tanggal Lahir: 13 Desember 2006
  • Jenis Kelamin: Laki-Laki
  • Motto Hidup: Lebih baik dikandang babi tapi menjadi harimau, daripada dikandang harimau tetapi menjadi babi.

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • TK: TK Az-Zhilal Kota Padang
  • SD: SDN 21 Jati Utara Kota Padang
  • MTsS: MTsS Diniyah Limo Jurai
  • MAS: MAS Diniyah limo Jurai

Abstrak

Karya Ilmiah ini disusun oleh Muhammad Fadil,NID/NISN 131213060017230536/0068606672. Karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali-Imran Ayat 121—122, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, berisi 56 hal.

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah dan fawaid ayat yang terdapat dalam surah AliImran ayat 121—122. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah penjelasan tentang penafsiran Ali Imran ayat 121—122.berdasarkan beberapa kitab tafsir. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah dan fawaid ayat yang terdapat dalam surah Ali-Imran ayat 121—122.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya: Aysar at-Tafasir, Shafwah Tafasir, Tafsir Jalalain, Tafsir marafgi. Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Baghawi, Tafsir at-Thabari, Tafsir al-Mishbah, dan Tafsir al-Qurtubi.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam ayat ini, yaitu:surah Ali-Imran ayat 121—122 memiliki qawa’id tafsir yang menonjol yaitu amtsal kaminah. Surah ini juga memiliki qawa’id lughawiyah yang menonjol yaitu mufradat ‘ammah. menurut penafsiran para mufassir pada surah Ali-Imran ayat 121—122 terdapat beberapa penjelasan bahwa fawaid ayat dari ayat 121 menggambarkan kesiapan Rasulullah dalam memimpin pasukan dan menyusun strategi perang. Sedangkan pada ayat 122 menunjukkan bagaimana para sahabat saat itu dilanda keraguan sampai Allah memberi mereka perlindungan dan meneguhkan hati mereka.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Sebagai seorang muslim kita mempunyai satu pedoman hidup dan sebagai bekal untuk dihari akhir nanti yaitu Al-Quran. Didalam Al-Quran terdapat banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang harus kita ambil dan juga kita amalkan seperti adab, etika, hukum, dan pelajaran hidup lainnya.

Al-Quran juga sebagai referensi untuk hidup dan permasalahan kita di dunia ini. Al-Quran mendorong manusia agar mengembangkan kemampuan berpikir seimbang dengan kemampuan berzikir dan mengingat Allah. Al-Quran menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan mengajarkan peran dan tanggung jawab manusia yang diberi amanah ilmu.1 Didalam Al-Quran banyak ditemukan tentang perjuangan salah satunya yaitu peperangan.

Peperangan adalah suatu peristiwa yang dimana terjadinya bentrokan antara dua kelompok atau lebih. Bisa antar negara, organisasi, kelompok bisnis, hingga kelompok masyarakat. Peperangan lebih umum terjadi antara suatu negara dengan negara lain atau suatu daerah dengan daerah yang lain.

Peperangan tidak terlepas dari yang namanya kebangkrutan. Perang seringkali mengakibatkan kemiskinan, krisis ekonomi, kerusakan tatanan ekonomi manusia, dan juga trauma jangka panjang. Penyebab terjadinya peperangan diantara lain yaitu perbedaan ideologi, perluasan wilayah, dan salah satunya perbedaan pemahaman.

Didalam Islam juga ada yang namanya peperangan, baik secara fisik maupun secara non fisik. Perang didalam Islam berarti berjihad untuk mempertahankan wilayah, mempertahankan agama dan akidah, dan juga menjaga perdamaian. Definisi umum dari studi “Hakikat Perang dalam Islam” menyebutkan bahwa perang memiliki dua arti, yaitu perang fisik dan perang non-fisik.

Perang dalam Islam bertujuan untuk membela kebenaran dan mempertahankan wilayah, bukan sekedar membunuh dan menindas demi kekuasaan. Pada dasarnya, dalam Islam perang dilakukan dengan tujuan untuk pembelaan diri. Islam sangat melarang umatnya untuk menyerang musuh terlebih dahulu. Jika musuh sudah mulai menyerang barulah umat Islam boleh membalas. Perang yang dilakukan pada zaman Rasulullah memiliki tujuan untuk memberikan jaminan kesehatan diri dalam berdakwah, bukan untuk menyebarkan kebencian antar sesama manusia.

Di dalam Islam banyak terjadi peperangan, seperti perang Khanda’, perang Badar, Perang Uhud, dan lainnya. Salah satu perang yang diabadikan di dalam Al-Quran adalah perang Uhud. Perang yang terjadi pada tahun ke-3 hijrah ini dilatarbelakangi oleh pembalasan dendam kaum Quraisy kepada Kaum Muslim atas terbunuhnya saudara-saudara mereka pada Perang Badar. Dalam Perang Uhud ada beberapa pelajaran penting yang dapat dikutip yaitu kepemimpinan, strategi, serta keimanan.

Perang Uhud adalah peperangan besar antara kaum Muslimin Madinah dengan Kaum Quraisy Makkah yang terjadi pada bulan Syawal tahun ke 3 Hijriyah, di kaki Gunung Uhud. Kaum Quraisy datang dengan 3.000 pasukan untuk membalas kekalahan mereka di Perang Badar, sedangkan kaum Muslimin berjumlah sekitar 1.000 orang, namun 300 di antaranya membelot, sehingga hanya tersisa 700 pasukan. Awalnya kaum Muslimin sempat menguasai jalannya pertempuran, tetapi kemudian mengalami kekalahan karena sebagian pasukan pemanah meninggalkan posnya untuk mengumpulkan harta rampasan, sehingga pasukan Quraisy di bawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil menyerang balik dari belakang.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk membahs lebih rinci tentang permasalahan ini, maka penulis mengangkat permasalahan ini dengan judul “PENAFSIRAN SURAH ALI IMRAN AYAT 121—122”.

Rumusan Masalah

Merujuk pada latar belakang yang telah dikemukakan penulis di atas, maka permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • Bagaimana qawaid tafsir surah Ali Imran ayat 121—122?
  • Bagaimana qawaid lughawiyah surah Ali Imran ayat 121—122?
  • Bagaimana fawaid ayat surah Ali Imran ayat 121—122?

Tujuan Penelitian

1

Merujuk pada latar belakang yang telah dikemukakan penulis di atas, maka yang menjadi tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui penafsiran surah Ali Imran ayat 121—122.