Tentang Saya

Biodata
-
Nama Lengkap: Fatihatul Rizky
-
Tempat Lahir: Bukittinggi
-
Tanggal Lahir: 29 Juni 2006
-
Jenis Kelamin: Laki-laki
-
Moto Hidup: ghudigdif
Riwayat Pendidikan
-
TK: TKI Al-Irsyad Bulaan Kamba
-
SD: SDN 13 Limo Suku Sungai Pua
-
MTSs : MTSs Diniyah Limo Jurai
-
MAS : MAS Diniyah Limo Jurai
Abstrak
Karya Ilmiah ini ditulis oleh Fatihatul Rizky, NID/NISN 131213060017230519/0064467464, karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali 'Imran Ayat 196–198, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, berisi 63 hlm.
Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah tentang qawa‘id tafsir, qawa‘id lughawiyah, fawaid ayat surah Ali 'Imran ayat 196–198. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa‘id tafsir, qawa‘id lughawiyah, fawaid ayat surah Ali 'Imran Ayat 196–198.
Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori dan dalam melakukan analisa pembahasan.
Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini yaitu, dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya: Aisaru At-Tafasir Tafsir Al-Azhar Tafsir AlKasyaf Tafsir Al-Mishbah Tafsir Al-Qurthubi Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir Tafsir At-Thabari Tafsir Fathul Qadir Tafsir Ibnu Abbas.
Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu menurut penafsiran para mufassir pada surah Ali 'Imran ayat 196–198 terdapat beberapa kandungan, pertama surah Ali 'Imran ayat 196–197 memberikan pengambaran yang jelas tentang kehidupan orang-orang kafir baik di dunia maupun di akhirat, kedua surah Ali 'Imran ayat 198 menjelaskan pengambaran yang kontradiksi dengan dua ayat sebelumnya, yaitu kondisi dan balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Al-Qur‟an adalah kalam Allah Swt yang diwahyukan melalui Jibril ke dalam
hati Rasulullah Muhammad bin Abdullah dengan lafaz-lafaznya yang Arab dan
makna-maknanya yang sesungguhnya, supaya menjadi hujah (dalil) bagi
Rasulullah saw bahwa ia adalah utusan Allah Swt, yang menjadi undang-undang
bagi orang-orang yang mendapat petunjuk dengan petunjuk Allah Swt.1
Rumusan Masalah