Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Fitri Marlis
  • Tempat Lahir : Cingkariang
  • TANGGAL LAHIR : 18 Juni 2006
  • Jenis Kelamin : Perempuan
  • Motto Hidup : Ingin menjadi konten kreator

Abstrak

Karya ini disusun oleh FitriMarlis,NID/NISN 1312 13060017230520/0069581840. Karya ilmiah berjudul “Penafsiran Surah Ali Imran Ayat 153—154”, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungaipua, 2025 berisi 85 hal.

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah adalah bagaimana penafsiran para mufassirin tentang surah Ali ‘Imran ayat 153—154. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah Qawaid Tafsir, Qawaid Lughawiyah, dan Fawaid Ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 153—154. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang surah Ali ‘Imran ayat 153—154.

Proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Yaitu mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya:Tafsir Ibnu Katsir, Muhtar Lii Tafsir, Tafsir Muyassar, Tafsir Al-Quran, Tafsir Munir, Tafsir Safwah, Tafsir Ibnu Abbas, Tafsir Baghawi, Tafsir Maraghi.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini adalah ayat 153, yaitu menggambarkan keadaan kaum muslim pada perang Uhud, ketika kaum muslimin melarikan diri dan tidak mengindahkan seruan Rasullullah SAW untuk kembali bertahan. Pelanggaran terhadap seruan Rasullah SAW ini mengakibatkan kekalahan, timbulnya kesedihan luka dan guguranya para sahabat. Kesedihan ini Allah datangkan sebagai bentuk hukuman sekaligus pelajaran dari Allah agar kaum muslim belajar menghadapi ujian, tidak larut dalam kesedihan serta tidak berduka atas musibah yang diterima. Ayat 154 menjelaskan bahwa setelah kaum muslimin mengalami kesedihan dan kekacauan pada perang Uhud, Allah datangkan rasa amanberupa kantuk sebagai bentuk ketentraman bagi orang-orang yang beriman yang teguh dan yakin para janji Allah. Kantuk itu menjadi tanda ketenangan serta perlindungan ilahi, sementara golongan munafik tidak mendapat ketenagan apapun, sehingga menyebabkan mereka ketakutan dan gelisah.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an merupakan sebuah kitab suci yang sangat sakral bagi umat Islam, karena menjadi pedoman hidup bagi mereka. Di dalamnya terkandung semua sumber hukum yang berlaku bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan. Al-Qur’an juga dikatakan sebagai kitab suci yang mengandung berbagai ilmu pengetahuan dalam segala bidang keilmuan.

Al-Qur’an merupakan kitab suci berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al-Quran merupakan sandaran bagi umat Islam dalam menjalankan hidupnya dikarenakan banyak pelajaran yang bisa diambil dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an bisa menjadi pedoman hidup seorang hamba apabila dipahami dan mengerti makna dan penjelasan dalam Al-Qur’an, namun tidak cukup hanya dengan terjemahan saja.harus diiringi dengan dengan penafsiran Al-Qur’an. Penafsiran Al-Qur’an merupakan penjelasan terhadap ayat ayat yang ada dalam Al-Qur’an, memudahkan dalam memahami ayah Al-Qur’an. Jika tidak memahami tafsiran Al-Qur’an bagaimana bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Ada banyak hal yang bisa di petik dalam Al-Qur’an sebagai pembelajarandalam menjalani kehidupan di muka bumi ini, pembelajaran yang bisa di ambil tentang perang. Apa yang dimaksud dengan perang?

Perang merupakan hal yang tidak terlepas dari masalah konflik yang terjadi antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Soerjono Soekanto(2014) menyebutkan bahwa peperangan mungkin merupakan masalah sosial paling sulit dipecahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Meskipun demikian, peperangan juga memiliki sisi positif, karena peperangan akan menyadarkan manusia tentang kerja sama sehingga terbentuk berbagai kelompok yang ingin mempertahankan eksistensinya dari kelompok lain. Perang bisa terjadi karenaadanyaperselisihan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, dengan niat untuk memperluas daerah kekuasan atau karena ingin mempertahankan wilayah yang telah dikuasai

Ada banyak peperangan yang terdapat pada zaman Rasul diantaranya perang Uhud. Perang Uhud merupakan kisah tentang kegagalan umat Islam dalam peperangan dan kesedihan umat Islam yang di gambarkan dalam surat Ali Imran. Penyebab terjadinya Perang Uhud dikarenakan kekalahan kaum kafir Quraisy dalam Perang Badar membuat mereka merasa terhina dan murka, karena mereka merasa kaum mereka lebih unggul dalam berbagai bidang, namun mampu dikalahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kekalahan yang dialami oleh kaum kafir Quraisy memicu kemarahan mereka, sehingga mereka ingin balas dendam dalam perang Uhud. Oleh karna itu mereka memperbanyak pasukan, memperkuat pasukan, dan memperkuat pertahanan mereka. Di sisi lain kemenangan yang di dapatin oleh kaum Muslimin membuat mereka bangga dan menjadi sombong atas kemenangan yang mereka dapati di perang badar. Di perang Uhud mereka meremehkan kaum kafir Quraisy sehingga tidak mendengarkan perintah Nabi muhammad SAW.

Akibattidak mendengarkan perintah Nabi Muhammad SAW memicu pertahanannya bisa di kalahkan oleh kaum kafir Quraisy dan memakan banyak nyawa kaum muslimin. Kekalahan yang dialami kaum muslimin menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi mereka, sehingga mereka bersedih hati akan kekalahan dalam perang uhud. Allah datangkan kepada mereka kesedihan demi kesedihan bagi kaum Muslimin. Tidak berselang lama Allah mengangkat rasa kesedihan kaum muslim supaya tidak terlena hanya dengam kekalahan yang dialami dalam perang Uhud

Dari penjelasan tersebut, Apa? Apakah kekalahan terjadi karna umat yang tidak mematuhi perintah Nabi Muhammad? Apa perlindungan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang bertahan dalam perang Uhud? Bagaimana menyikapi apabila terjadi perang?

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk membahas lebih rinci tentang permasalahan ini, maka penulis mengangkat permasalahan ini dengan judul “Penafsiran Surah Ali‘Imran AYAT153—154”.

Rumusan Masalah

Merujuk pada latar belakang yang telah dikemukakan penulis di atas, dapat dirumuskan pokok permasalahan berikut ini, yaitu:

Tujuan Penelitian

Saul Goodman

Proin iaculis purus consequat sem cure digni ssim donec porttitora entum suscipit rhoncus. Accusantium quam, ultricies eget id, aliquam eget nibh et. Maecen aliquam, risus at semper.

Sara Wilsson

Export tempor illum tamen malis malis eram quae irure esse labore quem cillum quid cillum eram malis quorum velit fore eram velit sunt aliqua noster fugiat irure amet legam anim culpa.

Jena Karlis

Enim nisi quem export duis labore cillum quae magna enim sint quorum nulla quem veniam duis minim tempor labore quem eram duis noster aute amet eram fore quis sint minim.