Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap : Haykal Aprilliano
  • tempat Lahir : Bukittinggi
  • Tanggal Lahir : 11 April 2007
  • Jenis Kelamin : Laki-Laki
  • Moto Hidup : Survival Hard Core 100 Day

RIWAYAT HIDUP

  • TK 2012-2013: TK Diniyah Limo Jurai
  • SD 2013-2019: SDN 18 Tangah Koto
  • MTsS 2019-2022: MTsS Diniyah Limo Jurai
  • MAS 2022-2026: MAS Diniyah Limo Jurai

Abstrak

Karya ilmiah ini disusun oleh Haykal Aprilliano, NID/NISN131213060017230524/0071797718, judul: Penafsiran Surah Ali-‘Imran Ayat 110—112, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025,79hlm.

Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah tentang qawa'id tafsir,qawa'id lughawiyah, fawaid ayat surah Ali-‘Imran ayat 110-112. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa'id tafsir, qawa 'id lughawiyah, fawaid ayat Surah Ali-‘Imran ayat 110-112. Batasan masalah karya ilmiah ini adalah Penafsiran Surah Ali-‘Imran ayat 110-112 menurut para ahli tafsir.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini yaitu, dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya:Tafsir al-Azhar, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Munir, Tafsir Aisarut Tafasir, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Jalalain, Tafsir ath-Thabari Jami’ul Bayan, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Wajiz, Tafsir at-Tabari, Tafsir an-Nuur, Tafsir Qurtubi.

Hasil menunjukkan bahwa dari aspek qawa’id tafsir,ayat ini menegaskan keterkaitannya dengan perintah amar ma’ruf nahi mungkar pada ayat sebelumnya, sehingga umat Islam diposisikan sebagai umat terbaik dengan ciri beriman kepada Allah dan menegakkan dakwah. Ayat ini juga dikategorikan sebagai ayat mantuq karena memiliki makna yang jelas dan terang. Sementara itu, dari aspek qawa’id lughawiyyah, ayat-ayat ini menonjol melalui pemakaian kosakata seperti kuntum, ukhrijat, adz-dzillah, dan wabāū yang mengandung penegasan makna keutamaan umat Islam sekaligus kehinaan bagi kaum yang kufur. Dari segi balaghah terdapat penegasan mutlak pada lafazh ṡumma lā yunṣarūn, isti‘ārah dalam ungkapan ḍuribat ‘alaihimudz-dzillah, serta penggunaan bentuk nakirah pada wabāū bighaḍabin untuk menekankan dahsyatnya murka Allah SWT. Ayat 110 menekankan keutamaan umat Islam yang menjaga identitasnya dengan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah SWT. Ayat 111 memberikan jaminan bahwa musuh-musuh Islam tidak mampu melemahkan kekuatan umat secara menyeluruh, sementara ayat 112 menggambarkan akibat kehinaan dan kemurkaan Allah SWT bagi kaum yang kufur, melampaui batas, serta menolak kebenaran.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Agama adalah sistem kepercayaan dan praktek keagamaan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan atau kekuatan supernatural lainnya . Oleh karena itu, manusia pada dasarnya akan berpegang teguh atas agama yang mereka yakini, baik masa kini maupun masa lampau. Hal ini menjelaskan manusia membutuhkan sandaran atau aturan dalam menjalani kehidupan mereka.Agama yang ada pada zaman kini bermacam-macam, mulai dari Islam, Yahudi, Nasrani, Majusi, Hindu, Budha, dan lain-lain.

Diantara agama yang sudah ada sejak zaman dulu adalah Islam. Islam adalah agama monoteistik yang berarti hanya menyembah satu tuhan, yaitu Allah SWT. Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yang diutus oleh Allah SWT sebagai rasul terakhir untuk menyampaikan pesan-Nya kepada seluruh umat manusia. Akan tetapi masih banyak orang yang menentang atau tidak beriman dengan agama Islam.Sungguh orang-orang tersebut akan dibalas oleh Allah SWT, sebagaimana yang telah dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka”

Orang-orang yang memeluk Islam disebut sebagai kaum muslimin atau umat Islam. Allah SWT menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaik selama mereka masih menjalankan |amar ma’ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah SWT dengan keimanan yang lurus, benar, dan sempurna. Amar ma’ruf nahi mungkar didahulukan atas iman kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan amar ma’ruf nahi mungkar adalah dua hal yang bisa menunjukan dan membuktikan akan keutamaan umat Islam atas umat lainnya.

Sejarah mencatat bahwa sebelum kedatangan Islam, telah ada komunitas agama yang menerima wahyu. Mereka disebut sebagai ahli kitab. Sebagian dari mereka beriman, mengikuti ajaran yang benar, dan hidup sesuai tuntunan moral ketuhanan. Namun, kebanyakan dari mereka menyimpang dari nilai-nilai asli yang diturunkan kepada nabi-nabi mereka.

Penyimpangan itu muncul dalam bentuk pengabaian terhadap hukum-hukum Allah SWT, dan pengingkaran terhadap kebenaran yang datang setelahnya. Akibatnya, mereka terjerumus dalam kefasikan. Fasik adalah orang yang berbuat dosa, tidak taat kepada Allah SWT, dan tidak mempedulikan perintah-Nya . Mereka pasti akan mendapatkan kemurkaan dan kesengsaraan dari Allah SWT, serta dimasukan ke dalam neraka-Nya Allah SWT, sebagaimana dalam Firman-Nya:

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا

Artinya: ”Selanjutnya, Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalamnya (neraka) dalam keadaan tersungkur” .

Berikut contoh perilaku fasik:

”Seseorang yang sudah terbiasa meninggalkan salat lima waktu dengan sengaja, sering berbohong untuk menutupi kesalahannya, serta tidak peduli pada aturan agama maupun norma masyarakat, dapat disebut melakukan perilaku fasik. Ia lebih memilih mengikuti hawa nafsu daripada menjalankan kewajiban, sehingga perilakunya merugikan dirinya sendiri dan juga bisa memberi contoh buruk bagi orang lain.”

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas dan menguraikan lebih lanjut tentang ciri-ciri orang fasik yang terdapat di dalam Al-Qur’an Surah Ali-‘Imran ayat 110—112. Oleh karena itu, penulis mengangkat permasalahan ini dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Penafsiran Surah Ali-‘Imran Ayat 110—112”.

Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • Bagaimana qawa’id tafsir surah Ali-‘Imran ayat 110—112?
  • Bagaimana qawa’id lughah surah Ali-‘Imran ayat 110—112?
  • Bagaimana fawaid ayat surah Ali-‘Imran ayat 110—112?

Tujuan Penelitian

1

Untuk mengetahui qawa’id tafsir surah Ali-‘Imran ayat 110—112.

2

Untuk mengetahui qawa’id lughah surah Ali-‘Imran ayat 110—112.

3

Untuk mengetahui fawaid ayatsurah Ali-‘Imran ayat 110—112.