Tentang Saya

BIODATA
-
Nama Lengkap : Istiqamah Hanifah
-
Tempat Lahir : Bukittinggi
-
Tanggal Lahir : 03 April 2006
-
Jenis Kelamin : Perempuan
-
Motto Hidup : Jalani aja dulu :)
RIWAYAT HIDUP
-
TK : TKI Al-Irsyad Bulaan Kamba
-
SD : SDN 13 Limo Suku
-
MTS : MTsS Diniyah Limo Jurai
-
MA : MAS Diniyah Limo Jurai
Abstrak
Karya ilmiah ini disusun oleh Istiqamah Hanifah, NID/NISN: 131213060017230526/0065094466. Karya ini berjudul Penafsiran Surah An-Nisa’ Ayat 1, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungaipua, 2025, berisi 74 hlm.
Masalah dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, dan fawaid ayat dari Surah An-Nisa’ ayat 1. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, dan fawaid ayat dari Surah An-Nisa’ ayat 1 berdasarkan beberapa kitab tafsir. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, dan fawaid ayat dari Surah An-Nisa’ ayat 1.
Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian ini dilakukan dengan mencari dan menelaah literatur-literatur yang berkaitan langsung dengan pembahasan, khususnya kitab-kitab tafsir. Penelitian ini menggunakan metode tahlili, yaitu menjelaskan ayat secara rinci berdasarkan aspek-aspek ilmu tafsir. Kitab-kitab yang menjadi rujukan antara lain: Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Tafsir Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir, Tafsir As-Sa’di, Tafsir Shafwah At-Tafasir, Tafsir Al-Bahr Al-Muhith, Tafsir Hadaiq Ar-Ruh Wa Ar-Raihan Fi Rawabi ’Ulumil Qur’an, dan kitab tafsir lainnya.
Hasil dari pembahasan yang penulis kemukakan dalam karya ilmiah ini yaitu surah An-Nisa’ ayat 1 termasuk Madaniah. Surah ini memiliki qawa’id lughawiyah yang menonjol yaitu balagah, yang mana dalam ayat ini terdapat thibaqal-ijab dan iijaaz bil hadzfi. Penafsiran para ahli tafsir pada surah An-Nisa’ ayat 1 terdapat 4 segi pembahasan. Pertama, dari segi hukum. Surah An-Nisa' ayat 1 dimulai dengan seruan kepada seluruh manusia untuk bertakwa kepada Allah SWT, yang merupakan perintah syariah yang bersifat umum dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Kedua, dari segi sains (ilmiah).Ayat ini menyatakan bahwa seluruh manusia berasal dari satu jiwa, yang sesuai dengan konsep ilmiah tentang asal-usul umat manusia dari satu nenek moyang.Ketiga, dari segi sosial. Ayat ini menjadi dasar dalam hukum muamalah, yaitu hubungan antar manusia yang didasarkan pada keadilan, kasih sayang, dan saling menghormati. Keempat, dari segi akidah. Terdapat dua kandungan, yaitu Allah sebagai Pencipta seluruh manusia. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa, dan dari jiwa itu diciptakan pasangannya. Hal ini menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satunya Pencipta seluruh manusia. Dan Allah SWT Maha Mengawasi (Raqib).Penutup ayat ini menyebutkan bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi manusia, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbuatan manusia yang luput dari pengawasan-Nya.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan oleh Ruhul Amin (Malaikat Jibril) ke dalam hati Rasulullah Muhammad bin Abdullah, dengan lafaz-lafaznya yang Arab dan makna-maknanya yang sesungguhnya, supaya menjadi hujjah (dalil, bukti) bagi Rasulullah SAW bahwa dia adalah seorang utusan Allah SWT, yang menjadi undang-undang dasar bagi orang-orang yang mendapat petunjuk dengan petunjuk Allah SWT.
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi sebuah petunjuk bagi manusia untuk meletakkan dasar-dasar prinsip dalam segala persoalan kehidupan. Al-Qur’an juga berfungsi sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat Islam serta menjamin kebahagiaan hidup mereka, baik itu di dunia maupun di akhirat nanti. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nahl ayat 89:
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًۭا لِّكُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.”
Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 52:
َلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
Ayat di atas menerangkan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu, baik ituyang baik ataupun yang buruk, yang halal ataupun yang haram, serta yang benar ataupun yang salah. Al-Qur’an telah menggariskan pedoman-pedoman di berbagai bidang kehidupan manusia, ada yang secara terperinci dan ada pula yang secara umum. Salah satunya adalah mengenai perintah bertakwa kepada Allah SWT.
Penciptaan manusia oleh Allah SWT merupakan awal munculnya perintah bertakwa.Manusia diciptakan dari tanah dan diberi akal, jiwa, serta fisik yang sempurna.Hal ini menjadi sebab bahwa manusia memiliki kewajiban untuk senantiasa menyembah dan bertakwa kepada Allah SWT Takwa adalah salah satu konsep sentral dalam Islam yang memiliki arti mendalam dan penting dalam kehidupan manusia.Hal ini dijelaskan pada salah satu ayat di dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah manusia yang paling bertakwa. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 13:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
Artinya: "Hai manusia, Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami telah menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Teliti.”
Perintah bertakwa kepada Allah SWT yang terdapat dalam ajaran Islam merupakan salah satu fondasi yang paling penting dalam membangun kehidupan yang benar dan sejahtera. Perintah ini tidak hanya terkait dengan hubungan antara manusia dengan Allah SWT yang dapat diwujudkan dengan salah satu cara, yaitu meminta kepada Allah SWT dengan menyebut nama-Nya, tetapi juga terkait dengan hubungan antara manusia dengan sesama manusia. Hubungan antara manusia dengan sesama manusia itu sering juga dikenal dengan sebutan hubungan silaturahmi.
Rumusan Masalah