Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Nasyifa Kuntum Khaira
  • Tempat Lahir: Ladang Laweh
  • Tanggal Lahir: 21 februari 2006
  • Jenis Kelamin: Perempuan
  • Motto Hidup: Sukses Dunia Akhirat

Abstrak

Karya Ilmiah ini disusun olehZahra Maharani, NID/NISN131213060017230558/006187014. Karya Ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 190—191, di Mas Diniyah Limo Jurai Sungai Pua, 2025,berisi 37 hlm.

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah bagaimana penafsiran para mufassirin tentang Surah Ali ‘Imran ayat 190—191? Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah, dan Fawaid Ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 190—191. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang Surah Ali ‘Imran ayat 190—191.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya: Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Azhar, Safwah At-Tafsir, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Mas’ud, Tafsir Al-Mishbah, Dan Taisirul Karimur Rahman Fi Tafsiri Kalami Mannan.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu surah Ali ‘Imran ayat 190—191 termasuk ke dalam golongan madaniah. Penafsiran ayat 190 dan 191 menyebutkan bahwa ayat ini menjelaskan tanda-tanda keagungan dan keesaan Allah ﷻmelalui pergantian penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam, yang dapat dipahami oleh Ulul Albab. Kedua ayat ini juga menjelaskan siapa itu Ulul Albab, serta menerangkan bahwa agama dan akal adalah dua hal yang sejalan dan saling mendukung.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Semesta dan seisinya merupakan suatu tatanan yang kompleks, di antaranya ada bumi, langit beserta isinya; tumbuhan, hewan, dan manusia. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan sempurna yang diberikan akal untuk berpikir. Penciptaan manusia bukan hanya sebagai pelengkap atau kebetulan saja, melainkan tugas utama diciptakan manusia adalah untuk menyembah sang khalik-Nya. Manusia diciptakan dari unsur jasad (materi) dan ruh (immateri). Keduanya saling keterkaitan dan tidak mungkin dipisahkan antar satu sama lain

Allah Maha Esa, tiada yang berhak disembah selain Dia. Allah merupakan tempat berlindung bagi hamba-Nya, yang berkuasa atas langit dan bumi. Dia tidak tidur dalam mengawasi ciptaan-Nya di segala waktu baik siang maupun di malam hari. Dia Maha Mengetahui apa saja yang dilakukan ciptaan-Nya, baik di hadapan maupun di belakang-Nya, dan yang akan terjadi terhadap ciptaan-Nya

Segala yang terbentuk di langit dan di bumi, bernyawa ataupun tidak bernyawa merupakan kuasa-Nya, mulai dari bulan yang memantulkan cahayanya, matahari yang menyinari bumi, pergantian antara siang dan malam, semua itu tidak terlepas dari pemeliharaan-Nya. Maka dari itu, tidak pantas bagi seorang hamba untuk tidak taat terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan merasa tinggi hati atas segala sesuatu. Allah telah memberi mandat kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dengan upaya yang optimal mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan amar ma‘ruf nahi mungkar, kondisi kaum muslimin akan menjadi umat yang kuat, sejahtera, adil dan Makmur

Kekuasaan Allah tidak hanya yang ada di langit dan bumi, namun berbagai sektor, serta segala macamnya pun sudah disebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an yang telah disempurnakan. Kepemimpinan Allah dan Rasul-Nya adalah kepemimpinan yang mutlak diikuti dan dipatuhi, sedangkan kepemimpinan orang-orang beriman adalah kepemimpinan yang nisbi (relatif), kepatuhan kepadanya tergantung pada dua faktor, yaitu: 1. Faktor kualitas dan integritas pemimpin itu sendiri. 2. Faktor arah dan corak kepemimpinannya. Seperti firman Allah SWT dalam surah An-nisa’ ayat 59, yang berbunyi : Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat

Perintah taat kepada Rasul disebutkan secara jelas seperti perintah taat kepada Allah, sementara perintah taat kepada ulil amri hanya di’atafkan (diikutkan) kepada perintah sebelumnya. Artinya, kepatuhan kepada ulil amri terkait dengan kepatuhan ulil amri itu sendiri kepada Allah dan Rasul-Nya. Ulil Amri adalah orang yang beriman yang mendirikan salat, membayar zakat, dan selalu tunduk kepada Allah SWT. Firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 55, berbunyi: Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Rasul pun telah berpesan bahwa tiada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah ِ” Tidak ada kepatuhan kepada makhluk untuk mendurhakai Allah”. HR Ahmad

Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis tertarik untuk menguraikan serta menjelaskan tentang ajakan untuk taat kepada Allah dan Rasul dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 172—175”

Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan di latar belakang di atas, dapat dirumuskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

Tujuan Penelitian

Saul Goodman

Proin iaculis purus consequat sem cure digni ssim donec porttitora entum suscipit rhoncus. Accusantium quam, ultricies eget id, aliquam eget nibh et. Maecen aliquam, risus at semper.

Sara Wilsson

Export tempor illum tamen malis malis eram quae irure esse labore quem cillum quid cillum eram malis quorum velit fore eram velit sunt aliqua noster fugiat irure amet legam anim culpa.

Jena Karlis

Enim nisi quem export duis labore cillum quae magna enim sint quorum nulla quem veniam duis minim tempor labore quem eram duis noster aute amet eram fore quis sint minim.