Tentang Saya

BIODATA
-
Nama lengkap: Revaliana
-
Tempat Lahir: Padang Panjang
-
Tanggal lahir: 20 Maret 2006
-
Jenis Kelamin: Perempuan
-
Motto hidup: Bertahan Hidup
RIWAYAT PENDIDIKAN
-
TK: TK Harapan Bangsa
-
SD: SDN 15 Kapalo Koto
-
MTsS: MTsS Diniyah Limo Jurai
-
MAS: MAS Diniyah Limo Jurai>
Abstrak
Karya ilmiah ini disusun oleh REVALIANA NID/NISN: 131213060017230550/0058678905. Karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali „Imran ayat 181˗˗182, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2024/2025, berjumlah 34 halaman.
Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah penafsiran para mufassirin tentang surah Ali „Imran ayat 181˗˗182. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah dan fawaid-fawaid ayat yang terdapat dalam suah Ali „Imran ayat 181˗˗182. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang surah Ali „Imran ayat 181˗˗182.
Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasannya diataranya: Tafsir Ibnu Katsir, Shafwatu at Tafasir, TafsirAl-Wajiz, Tafsir AlQurthubi, Tafsir At-Tabrani, Tafsir at Thabari.
Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam ayat ini adalah penjelasan bahwa orang Yahudi akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatanperbuatan mereka yang mengatakan bahwa Allah itu miskin dan mereka itu kaya, serta perkataan mereka yang menghina Allah. dan siksaan yang pedih bagi orang Yahudi yang telah menghina Allah.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Al-Quran sering menyebutkan suatu lafaz yang berulang-ulang, bahkan ditemukan dalam bentuk derivasi ungkapan yang berbeda-beda. Hal ini sebagai bukti dari keistimewaan dan ke-i’jaz-an Al-Quran. Salah satu istilah yang sering digunakan dalam Al-Quran adalah Yahudi. Secara umum, istilah Yahudi menunjukkan pada makna identitas satu kaum yang menyimpang.
Yang dimaksud dengan orang Yahudi yaitu menurut Yudaisme Rabani seorang Yahudi adalah siapa saja yang beragama Yahudi dan siapa saja yang masuk agama Yahudi sesuai dengan hukum agama Yahudi. Dalam pandangan Pembaru Yudaisme dan Yudaisme Reformasi seorang Yahudi adalah siapa pun dari seribu tahun yang lalu yang adalah ayah dari seorang Yahudi dan dibesarkan oleh orang tuanya sebagai seorang Yahudi. Semua kelompok utama Yudaisme sekarang terbuka bagi siapa saja yang berniat untuk pindah ke Yudaisme meskipun orang-orang Yahudi telah diperingatkan sejak zaman Talmud untuk tidak menerima mualaf baru. Proses konversi seseorang ke Yudaisme diteliti secara menyeluruh oleh pihak berwenang seperti juga kesungguhan niat dan pengetahuan terkait Yudaisme. Salah satu orang Yahudi pertama disebut Ben Abraham (Abraham putra) atau Bat Abraham (Abraham putri).
Kaum Yahudi merupakan makhluk pilihan Allah SWT, dan kaum Yahudi percaya bahwasannya mereka itu adalah makhluk pilihan sebagai bentuk keistimewaan mereka terhadap Allah SWT dibandingkan bangsa manusia lainnya. Sebagaimana yang diuraikan dalam surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik membahas serta menjelaskan secara rinci bahwa kaum Yahudi adalah makhluk pilihan Allah SWT, bagaimana perlakuan kaum Yahudi terhadap Allah SWT dan Rasulnya, dan bagaimana perkataan kaum Yahudi mengenai Allah SWT, sebagaimana yang terdapat di dalam surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182 dan pendapat para mufassir yang ahli di bidangnya dengan sebuah karya ilmiah yang berjudul “Penafsiran surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182”.
Rumusan Masalah