Tentang Saya

BIODATA

  • NAMA LENGKAP: SALMAN ALFARIZI
  • TEMPAT LAHIR: PADANG PANJANG
  • TANGGAL LAHIR: 11 FEBRUARI 2006
  • JENIS KELAMIN: LAKI-LAKI
  • MOTTO HIDUP: HIDUP MEMANG TIDAK ADIL JADI BIASAKAN DIRI MU

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • TK 2012-2013: TK HALIMAH GALUANG
  • SD 2013-2019: SDN 05 GALUANG
  • SMP 2019-2022: MTsS DINIYAH LIMO JURAI
  • SMA 2022-2026: MAS DINIYAH LIMO JURAI

Abstrak

Karya ilmiah ini disusun oleh Salman Alfarizi, NID/NISN: 131213060017230551/ 0064854327, Judul: Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 134–136, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungaipua, 2025, berisi 47 halaman.

Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah bagaimana qawa'id tafsir, qawa'id lughawiyah, dan fawaid ayat surah Ali ‘Imran Ayat 134–136. Batasan masalah karya ilmiah ini adalah penafsiran surah Ali ‘Imran Ayat 134–136 berdasarkan pandangan ahli tafsir. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa'id tafsir, qawa'id lughawiyah, dan fawaid ayat surah Ali ‘Imran Ayat 134–136.

Proses penelitian menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan pembahasan dalam landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini, yaitu dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya: Tafsir Al Jalalain, Tafsir Qurthubi, Tafsir An Nur, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Mishbah, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Hidyatul Insan dan Tafsir Ibnu Mas‟ud, Tafsir Al Munir, Tafsir Fathul Qadir. Selain kitab-kitab tafsir, penulis juga mengambil referensi dari jurnal dan buku yang berkaitan dengan masalah yang terdapat dalam ayat tersebut.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu: surah Ali ‘Imran Ayat 134–136 menggambarkan karakter utama orang yang bertakwa, yakni mereka yang suka bersedekah baik saat senang maupun sulit, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Ayat 134–136 ini juga mengingatkan bahwa orang beriman tidak lepas dari kesalahan, tetapi ketika melakukan dosa, mereka segera mengingat Allah, memohon ampun, dan berusaha tidak mengulanginya. Allah SWT menjanjikan ampunan dan surga bagi orang yang menjaga sikap baik ini. Secara keseluruhan, ayat 134–136 mengajarkan ketakwaan tidak hanya berupa ibadah, tetapi juga terlihat dari akhlak dan hubungan baik dengan sesama.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al- Quran adalah kalam Allah yang diturunkan oleh ruhul-amin (Jibril) ke dalam hati Rasulullah Muhammad bin Abdullah dengan lafaz-lafaznya yang berbahasa Arab dan makna-maknanya yang sebenarnya, menjadi hujjah (dalil) bagi Rasulullah SAW bahwa ia adalah utusan Allah; undang-undang dasar bagi manusia yang mendapat petunjuk dari Allah, dan berpahala ketika membacanya. Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai pedoman bagi manusia untuk dijadikan sebagai landasan hukum dalam perkara-perkara kehidupan.

Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung banyak ajaran moral dan etika yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah ajakan untuk berbuat baik, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun negara.

Banyak tantangan muncul pada zaman sekarang yang membuat lemahnya akhlak sosial, menurunnya pengendalian diri di tengah masyarakat, perilaku emosional, mudah marah, serta sulitnya memberi maaf ketika seseorang melakukan kesalahan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral Islam belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, banyak individu terjebak dala kesalahan, tetapi kurang menyadari pentingnya taubat dan perbaikan diri. Kondisi ini menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk menggali kembali ajaran Al-Quran mengenai karakter orang bertakwa, terutama sifat dermawan, mampu mengendalikan amarah, pemaaf, dan segera bertaubat.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas lebih jelas tentang karakter orang bertakwa, lemahnya kepedulian sosial, sulitnya mengendalikan emosi, rendahnya sikap memaafkan, serta kurangnya kesadaran untuk bertaubat dalam sebuah karya tulis berjudul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 134–136.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan ini, yaitu:

  • 1. Bagaimana kaidah tafsir surah Ali ‘Imran ayat 134–136?
  • 2. Bagaimana kaidah kebahasaan surah Ali ‘Imran ayat 134–136?
  • 3. Bagaimana faedah ayat surah Ali ‘Imran ayat 134–136?

Tujuan Penelitian

1

1. Mengetahui kaidah tafsir surah Ali ‘Imran ayat 134–136.

2

2. Mengetahui kaidah kebahasaan surah Ali ‘Imran ayat 134–136.

3

3. Mengetahui faedah ayat surah Ali ‘Imran ayat 134–136.