Tentang Saya

BIODATA
-
Nama Lengkap: Siti Sumairah
-
Tempat Lahir: Dharmasraya
-
Tanggal Lahir: 11 Desember 2006
-
Jenis Kelamin: Perempuan
-
Motto Hidup: Jadi Orang Kaya
RIWAYAT PENDIDIKAN
-
TK: TK Harapan Bunda
-
SD: SDN 03 Asam Jujuhan
-
MTsS: Diniyah Limo Jurai
-
MAS: Diniyah Limo Jurai
Abstrak
Karya ilmiah ini disusun oleh Siti Sumairah, NID/NISN 13123060017230556/0067043239. Karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 187―189, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, berisi 74 hlm.
Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah tentang qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, fawaid ayat Surah Ali ‘Imran ayat 187―189. Batasan masalah karya ilmiah ini adalah fawaid Surah Ali ‘Imran ayat 187—189 menurut para ahli tafsir. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, fawaid Surah Ali ‘Imran ayat 189―189.
Dalam proses penulisan, penulis menggunakan jenis studi kepustakaan (library research). Jenis penulisan kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penulisan ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penulisan ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan.
Hasil pembahasan Surah Ali ‘Imran ayat 187–189 memuat peringatan Allah SWT terhadap Ahli Kitab yang mengkhianati amanah ilmu, serta ancaman bagi orang-orang yang menolak kebenaran. Pada ayat 187, Allah SWT menegaskan bahwa telah diambil perjanjian dari Ahli Kitab untuk menjelaskan isi kitab suci dengan jujur dan tidak menyembunyikannya, namun mereka melanggarnya demi kepentingan duniawi. Ayat 188 menggambarkan perilaku mereka yang bergembira dengan perbuatan dosa dan tetap menginginkan pujian manusia atas sesuatu yang tidak mereka lakukan; meskipun demikian, Allah SWT menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah selamat dari azab-Nya yang pedih. Ayat 189 menutup rangkaian ini dengan penegasan bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi, berkuasa penuh atas segala sesuatu, serta berwenang menjatuhkan hukuman yang setimpal. Melalui ayat-ayat ini, para mufasir menegaskan pesan moral penting: kewajiban menegakkan amanah ilmu, larangan menukar kebenaran dengan keuntungan dunia, serta pengingat akan keadilan dan kekuasaan mutlak Allah SWT.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lebih dari empat belas abad silam, dan sampai saat ini Al-Qur’an masih tetap menjadi sumber utama dasar ajaran Islam. Al-Qur’an sebagai kumpulan otentik dari firman-firman Allah SWT akan tetap memberikan jaminan bahwa ajaran Islam akan tetap sempurna
Al-Qur'an terdiri dari 114 surah, salah satunya adalah surah Ali Imran yang mengandung berbagai pembahasan penting. Dalam surah ini, Allah SWT menjelaskan prinsip-prinsip kehidupan, seperti pentingnya bermusyawarah, perintah untuk memaafkan, anjuran memohon ampun, larangan bermuamalah yang merugikan orang lain, kisah keluarga Imran, kelahiran Nabi Isa AS sebagai cucu dari Imran, sifat-sifat tercela ahli kitab, tanggung jawab menyampaikan kebenaran,serta kewajiban menyampaikan ilmu pengetahuan . Tanggung jawab menyampaikan kebenaran merupakan kewajiban yang bersifat individual dan kolektif. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Salah satu kebenaran yang harus disampaikan itu adalah dalam bidang ilmu pengetahuan. Namun, banyak di antara mereka yang tidak menyampaikan ilmu dengan baik sesuai dengan ajaran Allah SWT. Bahkan ada yang sengaja menyembunyikan ilmunya agar tidak ada orang lain yang dapat menyaingi mereka. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَتَمَ عِلْمًا يَعْلَمُهُ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَجَّمًا بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ
Artinya:"Barang siapa yang menyembunyikan ilmu yang ia ketahui, maka pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan dikekang dengan kekangan dari api neraka."
Hadis ini menegaskan bahwa menyembunyikan ilmu adalah perbuatan yang sangat tercela dan akan mendapat balasan yang berat di akhirat. Fenomena penyembunyian ilmu, memanupulasi kebenaran, penyalahgunaan informasi bukan hanya terjadi di masa sekarang, tetapi juga telah menjadi bagian dari sejarah umat manusia . Pembahasan tentang penyembunyian ilmu, manipulasi kebenaran, dan penyalahgunaan informasi ini terdapat dalam surah Ali Imran ayat 187-189.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenaibentuk penyembunyian kebenaran (ilmu), manipulasi kebenaran itu, dengan mengangkat permasalahan ini dalam bentuk karya ilmiah dengan judul” Penafsiran Surah Ali Imran Ayat 187—189”.
Rumusan Masalah